Meutya Hafid Ajak Orang Tua Batasi Ketergantungan Gawai, Anak Perlu Lebih Banyak Beraktivitas di Dunia Nyata

12 Oktober 2026 07:06
Penulis: Beno Junianto, tekno
Meutya Hafid Ajak Orang Tua Batasi Ketergantungan Gawai, Anak Perlu Lebih Banyak Beraktivitas di Dunia Nyata

Sahabat.com - Penggunaan gawai yang semakin dekat dengan kehidupan anak menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengajak orang tua membangun kebiasaan digital yang sehat dengan menyeimbangkan aktivitas di dunia digital dan interaksi langsung di kehidupan sehari-hari.

Menurut pesan yang disampaikan, keseimbangan penggunaan gawai penting agar anak tidak hanya menghabiskan waktu di depan layar, tetapi juga memiliki kesempatan untuk bermain, berolahraga, mengembangkan minat, serta membangun keterampilan sosial.

Aktivitas sederhana seperti bersepeda, bermain bersama teman, berolahraga, hingga mengobrol langsung dengan anggota keluarga dapat menjadi pilihan untuk mengisi waktu anak di luar penggunaan perangkat digital.

Kebiasaan tersebut juga membantu anak belajar berinteraksi, bekerja sama, dan mengenali lingkungan sekitarnya.

Anak Menghadapi Risiko di Ruang Digital

Di balik manfaat teknologi untuk belajar dan berkomunikasi, ruang digital juga menyimpan berbagai risiko yang perlu diwaspadai. Ancaman tersebut antara lain penipuan daring, perundungan siber (cyberbullying), hingga child grooming, yaitu upaya seseorang membangun kedekatan atau kepercayaan dengan anak untuk tujuan eksploitasi.

Karena itu, perlindungan anak di internet tidak cukup hanya dengan membatasi waktu penggunaan gawai. Anak juga perlu mendapatkan pendampingan agar mampu mengenali bahaya, menjaga informasi pribadi, dan memahami cara mencari bantuan ketika menghadapi situasi yang tidak aman.

Orang tua dapat memulai langkah sederhana dengan membangun komunikasi terbuka bersama anak, mengetahui aktivitas digital yang dilakukan, serta mendiskusikan konten dan platform yang sesuai dengan usia mereka.

Pendekatan ini penting agar anak merasa nyaman bercerita ketika mengalami pengalaman tidak menyenangkan di internet, termasuk ketika menerima pesan mencurigakan atau menjadi sasaran perundungan.

PP TUNAS Perkuat Perlindungan Anak di Internet

Pemerintah turut memperkuat perlindungan anak melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP TUNAS.

Regulasi tersebut menjadi landasan tata kelola perlindungan anak dalam penyelenggaraan sistem elektronik, termasuk pengaturan akses anak terhadap platform digital berisiko tinggi serta tanggung jawab penyelenggara platform dalam melindungi pengguna anak.

Pelaksanaannya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Orang tua berperan mendampingi anak dalam menggunakan teknologi, guru membantu membangun literasi digital di lingkungan pendidikan, sedangkan platform digital perlu menjalankan tanggung jawab perlindungan anak sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan demikian, keamanan anak di internet tidak hanya bergantung pada kemampuan anak menghindari bahaya, tetapi juga pada lingkungan digital yang lebih aman dan dukungan dari orang-orang di sekitarnya.

Bangun Kebiasaan Digital Sehat dari Rumah

Membangun kebiasaan digital yang sehat dapat dimulai dari keluarga. Orang tua bisa menetapkan waktu penggunaan gawai, menyediakan waktu khusus untuk aktivitas bersama, serta memberikan contoh penggunaan teknologi secara bijak.

Anak juga perlu diberi ruang untuk mengeksplorasi kegiatan di luar layar, mulai dari olahraga, membaca, berkesenian, hingga bermain bersama teman sebaya.

Pada akhirnya, teknologi tetap dapat menjadi sarana belajar dan berkomunikasi yang bermanfaat jika digunakan secara tepat. Tantangannya adalah memastikan anak memperoleh manfaat tersebut tanpa mengabaikan kesehatan, perkembangan sosial, dan keselamatan mereka.

Kolaborasi keluarga, sekolah, pemerintah, dan penyedia platform digital menjadi kunci untuk menciptakan ruang digital yang lebih aman sekaligus mendukung tumbuh kembang anak secara seimbang.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment